By Abu Zein. Powered by Blogger.

20111201

Ilahi... (Sepercik dari jiwa yang tak memiliki jiwa)


Ilahi…

Aku fakir didalam kekayaanku, bagaimana mungkin aku tidak fakir didalam kefakiranku
Aku bodoh di pengetahuanku, bagaimana aku tidak bodoh di kebodohanku
Ilahi…
Berbeda-berbeda pengaturan-Mu, dan cepatnya perobahan takdir-Mu, mencegah orang-orang yang ‘Arif dengan-Mu dari merasa permanen dengan pemberian-Mu dan berputus asa dari rahmat-Mu, saat datangnya ujian-Mu
Ilahi…
Semua yang berasal dariku pantas untuk menerima celaan
Semua yang datang dari-Mu memang sepantasnya, dengan kepemurahan-Mu
Ilahi…
Engkau mensifati diri-Mu dengan sifat lembut dan penyayang, sebelum Kau ciptakan aku dengan segala kelemahanku
Apakah sesudah Kau ciptakan aku, Kau menahanku untuk merasakan sifat-Mu itu?
Jika ada kebaikan padaku, maka itu adalah karunia-Mu, dan Kau berhak mengakui itu
Jika kejahatan terbit dariku, maka dengan keadilan-Mu, Kau memiliki hujjah dan argumentasi atasku
Ilahi…

Read more...

20111127

Wali Setan (Cerpen)

Wali Setan…. Awas Wali Setan..!! Tulisan yang ada di pamplet itu membuatku merinding. Bagaimana tidak, dalam pamplet tersebut dicantumkan photo berwarna seorang pemuda berwajah bersih dan bertampang innocent yang tersenyum manis. Mungkinkah ia seorang wali setan yang setiap mukmin diwajibkan memeranginya? Ah, bukankah penampilan bisa saja menipu, karena tidak sedikit orang yang berwajah senyum ternyata adalah koruptor ulung. But, tunggu sebentar, semestinya aku tidak langsung berburuk sangka kepadanya, karena prasangka yang buruk menunjukkan keadaan hati yang buruk, aku harus menjaga hatiku, Allah melarang hamba-Nya berburuk sangka, bisa-bisa aku yang terkena laknat Allah, Aúdzubillah. Entah kenapa hatiku merasa tidak enak, perasaan takut kepada Allah tiba-tiba merasuki relungnya.

Read more...

20111123

لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم

الخلق: تكوين وإيجاد لشيء، وخلق الله جميع الناس هو أنه خلق أصول الإيجاد وأوجد الأصول الأولى في بدء الخليقة. وتعريف "الإنسان" يجوز أن يكون تعريف الجنس، وهو التعريف الملحوظ فيه مجموع الماهية مع وجودها في الخارج في ضمن بعض أفرادها أو جميع أفرادها. ويحمل على معنى: خلقنا جميع الناس في أحسن تقويم. ويجوز أن يكون تعريف "الإنسان" تعريف الحقيقة نحو قولهم"الرجل خير من المرأة"

والتقويم: جعل الشيء في قوام (بفتح القاف)، أي عدل وتسوية، وحسن التقويم أكمله وأليقه بنوع الإنسان، أي أحسن تقويم له، وهذا يقتضي أنه تقويم خاص بالإنسان لا يشاركه فيه غيره من المخلوقات، ويتضح ذلك في تعديل القوى الظاهرة والباطنة بحيث لا تكون إحدى قواه موقعة له فيما يفسده، ولا يعوق بعض قواه البعض الآخر عن أداء وظيفته فإن غيره من جنسه كان دونه في التقويم.

فأفادت الآية أن الله كون الإنسان تكوينا ذاتيا متناسبا ما خلق له نوعه من الإعداد لنظامه وحضارته، وليس تقويم صورة الإنسان الظاهرة هو المعتبر عند الله تعالى ولا جديرا بأن يقسم عليه إذ لا أثر له في إصلاح النفس، وإصلاح الغيرة، وإصلاح في الأرض، ولأنه لو كان هو المراد لذهبت المناسبة التي في القسم بـ"التين والزيتون وطور سنين والبلد الأمين". وإنما هو متمم لتقويم النفس قال النبي صلى الله عليه وسلم "إن الله لا ينظر إلى أجسادكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم" فإن العقل أشرف ما خص به نوع الإنسان من بين الأنواع.

فالمرضي عند الله هو تقويم إدراك الإنسان ونظره العقلي الصحيح لأن ذلك هو الذي تصدر عنه أعمال الجسد إذ الجسم آلة خادمة للعقل فلذلك كان هو المقصود من قوله تعالى "لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم".

وأما خلق جسد الإنسان في أحسن تقويم فلا ارتباط له بمقصد السورة

Read more...

20111122

Dulu Haram, Kini Halal

Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para shahabat berdesak-desakkan di Masjib Nabawi.

Dia menangkap perkataan Nabi saw : "Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal". Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para shahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan.
Akhirnya malam pun semakin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari Masjid demi melupakan rasa laparnya.
Di suatu gang tempat dia berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak terbuka. Dengan insting pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu tidak terkunci...dan timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. Tidak, ia merasa tidak boleh mencuri lagi.
Namun tiba-tiba timbul bisikan aneh : "Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu".

Read more...

20111121

Cinta Buat Ummy Fawwaz

Ya Allah, bila memang dia baik untukku saat ini dan masa depanku, dunia dan akhiratku, dan akupun baik bagi dunia dan akhiratnya, maka jodohkanlah kami dan mudahkanlah urusannya. Jika memang ada yang lebih baik dan pantas untukku, demikian pula bagi dia, maka jauhkanlah kami, pisahkanlah kami dalam kebaikan, sebagaimana Engkau memperkenalkan kami dalam kebaikan. Engkau Maha Tahu ya Rabb.. Lirih suara Ummy, mengiringi tetesan air matanya.

Read more...

20111120

Keajaiban Sekumpul (Rendah Hati Sang Guru)

Akhirnya, alhamdulillah, saya bisa menjadi santri Sekumpul.

Betapa bahagianya hati, walau terkadang kiriman bekal terlambat dan yang pasti jumlahnya kurang dari cukup, semuanya tidak mempengaruhi kebahagiaan (teman-teman yang dulu se asrama tentu masih ingat, betapa miskinnya ane waktu itu.. hehehe).

Karena jadwal pengajian Sekumpul (waktu itu) hanya ada diwaktu siang dan malam, kecuali pengajian untuk kaum Hawa disetiap pagi Sabtu (Ba’da Zhuhur setiap Senin, Selasa dan Rabu. Ba’da Maghrib setiap Rabu malam. Ba’da ‘Ashar setiap Kamis dan Minggu. Ba’da Maghrib setiap Rabu Malam) maka saya memiliki waktu kosong diantara ba’da Shubuh dan Zhuhur. Maka saya oleh orang tua disarankan untuk ikut mendaftar di Pondok Pesantren Darussalam yang jadwal belajarnya dari jam 08.00 s/d 12.00. Sebelum masuk Pondok, setelah sholat Shubuh saya ikut pengajian Ayahanda Syaikh Abdusy Syukur (Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam). Jadi jadwal saya lengkapnya :

Read more...

20111119

Bid'ah..!! Apaan tuh..??

Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam suatu khuthbahnya (yang artinya): “Ammaa ba’d, Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitaabullaah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.” [HR. Muslim].
Seperti halnya hadits tholabul ilmi. Itu adalah hadits umum yang memerlukan dalil-dalil penjelasan khusus. Jika terpaku pada hadits itu saja, maka semua ilmu itu wajib ain untuk dituntut. Sanggupkah seorang manusia menuntut semua ilmu? Tidak sanggup. Apakah semua ilmu itu wajib ain dituntut? Tidak mungkin. Karena ada dalil-dalil lain yang menunjukkan bahwa ilmu sihir itu haram. Ilmu komputer itu tidak wajib. Ilmu nahwu sharaf itu tidak wajib ain, tetapi wajib kifayah. Ilmu hudud itu tidak wajib ain, tetapi wajib kifayah. Jika telah dipelajari oleh sebagian kaum di suatu daerah, maka gugurlah kewajiban itu bagi sebagian lainnya di daerah tersebut.
Begitu juga dengan hadits kullu bid’atin. Jika kita melihat pada zhahir hadits, maka kita melihat bahwa semua yang baru, tanpa terkecuali, adalah bid’ah. Semua perkara baru, baik itu urusan agama maupun urusan lainnya, tanpa terkecuali, adalah bid’ah.

Read more...

20111118

سوف تتغير

اعتاد العجوز الذي يعيش مع ابنه وحفيده الصغير في مزرعة صغيرة جميلة أن يستيقظ باكرا في كل صباح وأن يجلس على طاولة المطبخ ثم يبدأ بقراءة القران. وقد كان الحفبد الصغير يرغب في ان يصبح مثل جده ، لهذا كان يحاول تقليده بكل طريقة ممكنة
وفي أحد الايام سأل الحفيد جده قائلاً: جدي ، انا احاول ان اقرأ القران مثلك... لكنني لا افهم كثيراً من كلماته, والذي افهمه انساه لهذا يا جدي سرعان ما اغلق المصحف وأتوقف عن القراءة.
ما هي الفائده من قراءة القران اذا كنت لا أفهم معظم المعاني ؟

Read more...

20111117

Ini Milik Zein...!!

Zein menangis sedih. Tangisannya bukan tangisan marah yang biasanya dibarengi dengan teriakan atau lengkingan. Tangisannya kali ini adalah tangisan lirih yang dikolaborasikannya dengan isakan. Sungguh menyayat hati. Saya kemudian memeluknya dengan rasa kasih sayang. Saya juga sedih. Justeru kesedihannya saya itulah yang membuat Zein bersedih. Kesedihan ayah dan anak menyatu.

Apa pasal..?

Read more...

20111116

Keajaiban Sekumpul (Part. I)

Belasan tahun silam, saya masih menuntut ilmu di Pondok Pesantren Hidayaturrahman dibawah asuhan KH. Muhammad Bakhit (saat ini sudah dilebur dengan Pesantren Rahmatul Ummah menjadi pesantren Nurul Muhibbin), seorang teman mondok mengajak untuk melanjutkan menuntut ilmu ke Pondok Pesantren Darussalam Martapura, pesantren tertua di Kalimantan. Setelah mengajukan “proposal” ke orang tua, hasilnya permohonan ditolak, dengan alasan di Hidayaturrahman saja masih belum tamat.

Suatu hari, beberapa teman mengajak untuk rihlah ke Martapura, ziarah dan ikut ngaji tabarrukan, oleh orang tua saya diizinkan. Saat itulah pertama kalinya kenal lebih dekat dengan majelis ar-Raudhah Sekumpul.

Read more...

20111029

Bibi Jamu Tidak Punya Pusar..!!!

Mengambil sebuah kesimpulan memerlukan metode ilmu logika. Kesalahan dalam membuat premis ataupun penyusunannya akan berakibat pada salahnya kesimpulan. Argumentasi (proses berpikir) dalam alam pikiran manusia bagaikan sebuah bangunan. Suatu bangunan akan terbentuk sempurna jika tersusun dari bahan-bahan dan konstruksi bangunan yang sesuai dengan teori-teori yang benar. Apabila salah satu dari dua unsur itu tidak terpenuhi, maka bangunan tersebut tidak akan terbentuk dengan baik dan sempurna. 
Suatu malam, Zein (4 tahun) seperti biasa minta bacakan cerita kepada bundanya. Kali ini cerita yang dimintabacakan oleh Zein bukan cerita dongeng, fabel atau sejenisnya, tapi dia minta bacakan buku “Pengenalan Sains Untuk Anak”. Maklum, akhir-akhir ini dia begitu menggandrungi buku tersebut. Ada beberapa seri koleksi “Pengenalan Sains Untuk Anak” dan yang diminta Zein kali ini adalah kehidupan dunia binatang. Oleh bundanya diterangkan untuk mengetahui binatang itu melahirkan ataukah menyusui bisa dengan memperhatikan apakah dia punya pusar atau tidak. Zein memperhatikan dengan seksama dan tampaknya dia mulai faham. Tiba-tiba Zein nyeletuk, “Bunda, Bibi Jamu itu ga punya pusar ya..??”. Bundanya kaget,
“Kok bisa begitu...?? “.
“Bibi Jamu kan punya telur..?”.

Read more...

20110321

Berani Mengambil Keputusan

Puluhan tahun silam, ketika itu intan masih menjadi komoditi andalan kota kita, Martapura. Tak sedikit manusia yang menjadi kaya berkat batu ”keramat” tersebut. Mulai dari mendulang, menggosok hingga berbisnis, semuanya menjajikan hasil yang memuaskan.
Saat itu, di Martapura hiduplah satu keluarga miskin, jangankan memiliki fasilitas hidup, untuk makan saja susah. Sebuah keluarga yang dikepalai seorang ayah, beranggotakan seorang ibu, dua orang anak; laki-laki dan perempuan.
Anak laki-laki yang merupakan anak sulung keluarga tersebut bersekolah di Pondok Pesantren Darussalam, pesantren tertua di Kalimantan.

Read more...

20040327

Puisi Kehidupan (Part II)

Tak sempat kuberi judul by aroelzein



Terlalu naif, bila tak pernah berpijak pada airmata

Atau pada sekedar senda dan tawa

Namun, apakah kau sadar

detik yang tak pernah kau hargai terus melaju

Meninggalkan aroma yang bahkan tak pernah kita resapi

Meracuni… menyisihkan sebagian paradigma

Menipiskan kulit ari dan menghentikan sisa-sisa khayal



Aku adalah mimpimu malam tadi

Aku adalah susu dan roti sarapan pagimu

Itu semua bila kau mau mencoba untuk bijak

Aku adalah neraka

Aku adalah jelmaan iblis

Semuanya bisa nyata bila kau tak mengecap nuranimu



Terlalu suci, bila kau tak berani berkubang

Mendandani wajahmu dengan sedikit lumpur

Padahal ini adalah hidup

Padahal ini adalah langkah



Maka lemparkan saja gelisahmu diselokan-selokan

Biarkan hanyut menuju laut

Atau tepikan saja semangatmu di bakau-bakau

dan tersendat-sendat di pengecutmu



Bila aku tak memujamu, tak mencium kakimu

Apakah kau akan menyuguhkan racun

Dan bila aku melantunkan mantera-mantera

Sambil menjilati bokongmu

Kau akan mengucurkan madu dari telingamu

Aku percaya kau tak segila itu

Karena kau kuanggap masih manusia



Lihatlah, hari masih belum begitu senja

Masih ada kesempatan bila kau mau keramas

Dan merontokkan daki dengan lulur

Sama seperti aku yang mencoba berwudhu

Bukankah masih ada sisa waktu Ashar..??

Mengapa masih diam….??
Belumkah cukup doktrin pak kyai siang tadi

Sesaat setelah kau meraung-raung histeris

Hanya karena kuku kesayanganmu patah



Aku adalah cinta

Aku adalah airmata

Aku adalah luka

Aku adalah darah

Maka pahami dan nikmati aku seadanya……. Martapura250304

Read more...

20040207

Puisi Kehidupan (Part. I)

UNTUK ANAKKU

Anakku yang terkurung dalam pesantren
Bergelut kumalnya sarung
Maaf, bulan ini ayah tidak bisa mengirim uang
Hanya secupak beras dan beberapa potong ikan asin
… Pesan ayah : " yakinkan hatimu
Bila hari ini dunia menyesali kehadiranmu
Maka esok dunia akan menyesali ketidakhadiranmu "
Salam dari ayah di kampung

……………………………………………………………………………....martapura040204

TO : MBAK RIEKE

Mbak Rieke…
Kalau sempat ketemu bunda Hawa
Jangan lupa tanyakan
Apa iya Beliau diciptakan dari rusuk Adam
Kalau benar…..
Mari kita bersama menggugat sang Pencipta
Tapi… siapa pengacara kita mbak.. ??

…………………………………………………………………………sabtu070204.0255

KLALATOE

Berawal dari sampah yang terbakar
Atau rumah yang terbakar
Atau apa saja yang terbakar
Atau yang sengaja dibakar

Ditiup angin berterbangan
Lantas jatuh ketanah… bila angin lelah
Meresap… terinjak-injak
Dilupakan….
Itulah klalatoe

……………………………………………………………………………….070204.0243

KITA

Lho… kenapa menangis.. ??
Aku tak pernah memaksamu kan..
Bukankah paha mulusmu yang menantangku
Bukit kembarmu yang memanggilku
Lalu… kenapa kau menangis
Menyesal… ?? ah, terlambat
Atau kau malu pada sprei itu
Yang bernoda darah oleh kita
Tenang.. !! biar nanti kurendam pakai Rinso
Aku yakin bercak itu akan minggat
Tapi kau harus janji
Jangan menantangku lagi
Karena aku pasti kalah…. Ok ??

…………………………………………………………………………………..070204



TAKUT

Masih takut.. ??
Tak perlu takut… karena negeri ini sudah penuh dengan orang-orang takut
Tak perlu takut… karena takutmu sudah terlambat dibanding umurmu
Lebih baik jadi penonton orang-orang yang takut
Dan jangan ikut-ikutan untuk takut
Lihat mereka yang takut kehilangan nama
Sementara nama mereka bukan barang antik yang perlu dicuri
Lihat mereka yang takut tidak dapat kursi
Padahal mereka masih bisa membuat "kursi" yang lebih baik
Yah, apa guna takut… karena takut justru menakutkan
Menakutkan mereka-mereka yang kerdil di kebesaran
Tak beda ikan dikolam yang kehausan
Atau seperti semut ditoples gula yang takut kelaparan
Makanya… jangan terjebak untuk takut
Bahkan untuk mengakui bahwa sebenarnya kau juga penakut

……………………………………………………………martapura6syawal1424/30112003

DOKTRIN

Kitakah ini… kitakah itu… kitakah semua
Kitakah yang selalu salah… atau justru disalahkan
Kitakah yang selalu lemah… atau hanya dianggap lemah

Benarkah ini… benarkah itu… benarkah semua
Kebenarankah… ataukah hanya dibenar-benarkan
Benar ataukah dianggap benar…
Ah, jangan-jangan semua hanya doktrin pencuci otak
Bukan bubuk pembersih tapi racun pembersih
Pembersih nurani… pembersih nilai
Semoga saja bukan pembersih iman

Salahkah ini… salahkah itu… salahkah semua
Entah… karena yang salah tak perlu disalahkan
Seperti kebenaran yang tak pernah dianggap benar
Ah, bukankah semuanya hanya doktrin

…………………………………………………………………………martapura30112003


AKU

Benarkah ini aku…
Yang berjalan ditrotoar totalitas dan globalisasi
Mengorek-ngorek sampah peradaban
Melintas disela-sela megahnya reformasi
Mengais limbah demokrasi
Di comberan-comberan moral
Perilaku…
Budaya…
Ah, tak perlu berdasi… meski tetap butuh nasi
Karena ku percaya suci
………………………..tak mesti mimpi……….
Meski berjejal… berdesakan
Diantara keringat dan bau masam keserakahan
Setidaknya…..
Dunia masih enggan kiamat

…………………………………………………………………………..martapura240903


TERJEBAK

Entah berawal dari mana… dan dimulai oleh siapa
Kenyataannya kami terjebal dikegilaan
Terkurung dalam dimensi tanpa aroma
Sorot mata kami tak tertebak
Bahagiakah..?? terlukakah…??
Namun sepertinya kami tak ingin entas
Tapi… kamipun muak dengan semua ini
Dan… nyatanya gelap ini terasa nikmat
Meski keringat yang menetes meringis

Satu persatu dari kami mencoba bangkit
Ada yang berusaha mendobrak pekat
Sebagian sibuk mengobati sayap
Sementara yang lain… asyik dengan nafasnya
……… seandainya saja kami diruang berwaktu
pasti jelas terasa…. waktu berjalan
Tapi disini…. waktu adalah mimpi
Antara kemaren dan lusa hanyalah angan
Bahkan… rasa yang ada di diri kami pun menguap
Manis… pahit… tak beda air dan salju

Yah.. kami berada dalam negeri yang kami cipta
Yang tak pernah terpahami
Bahkan… oleh kami sendiri

……………………………………………………………………………martapura230903



KLALATOE

berawal dari sampah yang terbakar
atau rumah yang terbakar
atau apa saja yang terbakar
atau yang sengaja dibakar

ditiup angin beterbangan
lantas jatuh ketanah.... setelah angin lelah
meresap...... terinjak-injak
di lupakan
itulah.. klalatoe

.....................................................................martapura jam 02.43

Read more...

TO : MBAK RIEKE

untuk mbak Rieke
kalau sempat ketemu bunda Hawa
jangan lupa tanyakan
apa iya beliau dicipta dari rusuknya Adam
kalau benar ; mari kita bersama menggugat sang PENCIPTA
tapi... siapa pengacara kita mbak ???

Read more...

BILA BALUM SAMPAI JANGAN MEMBACA NANG INI BUHAN ASBAH AI….

SEDIKIT TENTANG AKU

Jangan hanya dipekarangan..tapi mampirlah
Bila ingin mengenalku….
Resapi jejak kaki ayam di teras rumahku yang tak sempat kubersihkan
Juga rongsokan pot bunga yang pernah membuatku bermimpi
Buramnya kaca jendela adalah kenyatan yang bisa kau tampak
Masuklah dengan tabah keruang tamu…duduklah di sofa masa laluku
Dan nikmati beberapa figura menantang….dengarkan ceritanya…
Baik atau buruk tak masalah, karena itu sebatas penilaian
Mungkin akan kuhidangkan sirup beraroma surgawi..
Tentunya bila kau suka……
Di kulkasku cukup tersedia berbagai snack duniawi…
Cake yang akan membuatmu melupakan esok dan kemaren
Atau….mungkinkah kau lebih merindukan vodka sisa temanku…
Percayalah..aku tak akan mengusirmu…bahkan….
Ku persilahkan kau menengok kamar tidurku….rahasia diriku….
Potret diri tanpa busana….cermin hidup nyaris tanpa debu
Dan itu baru beberapa persen dari aku dan rumahku…
Karena tak mungkin bagiku mengizinkan kau menjilati bekas air mata di sajadahku…
Atau mengobrak abrik susunan buku di perpustakaanku
Tapi kau takkan pernah bisa mengenalku sepenuhnya
Selama kau tak percaya bahwa debu itu suci untuk tayammum

……………………………………………………martapura, selasa23122003………….……………..

DI PUNCAK KESOMBONGAN

seperti kemarin…hari ini masih 24 jam
padahal aku merindukan jam ke25..
agar aku bisa bersembunyi dari kenyataan…dari keinginan…
dan seperti biasa..aku tertatih menebar kemunafikan…
di seantero tanah moyangku juga moyangmu…di24 jam
karena aku adalah pewaris tunggal seperasaanku..
karena aku pemegang potlot sejarah….mimpiku..
yah, hanya jam ke25 sajalah yang mampu membungkamku
jam ke25 alias MAUT…………


aroelzein@yahoo.com
…………………………………………………………..martapura, minggu28122003………………






MUNAJAT..

sisakan separoh malam lagi…untukku..
mengatur posisi bintang…menjahit awan…
kita butuh perlindungan…..kita juga butuh waktu…..
betapa embun memupuri wajahku…membentuk sketsa….
Semuanya justru membuatku meradang…..
Bulan yang tak pernah terlihat cantik….mengajakku mesum…
Aku curiga….kita hanya butuh perlindungan…..
……….bisakah kau sisakan separoh malam lagi…..
karena kita butuh waktu……biar takdir besok kubuatkan konsep…
biar aku bisa bercinta dengan TUHAN…………..

aroelzein@yahoo.com
………………………………………………………………………….senin29122003…..

NAFSU

nikmati saja keringatmu…
dan jangan menabuh genderang.. seperti tangisan malam yang diperkosa
buat apa..??? sepi adalah milik sepi…sunyi pengantin sunyi…
jangan merasa perkasa.. kutukan matahari takkan berpihak padamu..
kau bukan mahameru….maaf, ini bukan doktrin..!!!
tapi mengaca lah pada rasa laparmu yang tak tuntas
atau pada angin dingin yang menggigit….
Tak puaskah..???
Sudahlah, kemasi saja mimpi-mimpi mu…bernaung di bayanganku
Tentu lebih nyaman…….
Aku dan sisa-sisa harimu…aku dan sepinggan kenyataan….
Pasti lebih berarti bagimu………bila kau mau menikmati aroma keringatmu….

…………………………………………………………martapura31122003……………………









MUHASABAH

malam ini, malam terakhir 2003
terlalu banyak dosa yang aku lakukan di tahun ini..
beruntung usia masih mengizinkan aku untuk bernapas
TUHAN.. bolehkah aku menangis… bolehkah aku meratap…
Sementara aku telah begitu jauh darimu…
Akankah ENGKAU tersenyum padaku.. padahal sekian waktu terlewati
Aku justeru "memusuhi"MU…
TUHAN… aku rindu…. Aku ingin seperti dulu….
Bukan berarti menyesali takdirMU..
Tapi.. salahkah bila aku mencoba memperbaiki hubungan denganMU
TUHAN.. aku bingung…semuanya berjalan begitu saja..
Siapa sih yang tak ingin dekat denganMU…
Hati yang mana ingin berselimut maksiat…
ENGKAU tentu lebih tahu.. betapa aku mengharapkanMU……..
……………………………………………………………………………………rabu311203…………………………


SADAR

perlukah kita menggali kubur kita sendiri…
sementara senjang menancap kuat
di ranah kita…di punggung bumi
pesimis..?? terserahlah…..
bahkan pada napasku aku masih ragu
betapa kita sering kalah oleh debu…
betapa kita sering kita kuyup…oleh keringat kita sendiri
seingatku kau masih punya kamar tidur
kau juga memiliki boneka2 lucu
cermin…dan koleksi buku
yang selalu siap membuatmu merasa bodoh
sungguh aku takut pada bayanganku
bahkan…aku sering curiga pada pandangan mataku
letih sudah aku menjilat sinar matahari
lihat….. betapa kurusnya kita
betapa dekilnya kita
mengapa tidak kita biarkan hujan meleburkan jejak2kita
dan musim mengeroposkan angan kita
tak perlu kiranya kita menggali kubur….
Untuk diri kita sendiri………….

………………………………………………………………..sabtu030104…………………

TENTANG BUNDA

Wajah berhijab hitam itu bukanlah sketsa..
Dan tubuhnya yang berselimut debu sangatlah wangi…
Biarkan dia menangisiku….
Biarkan dia sendiri
Wajah berhijab hitam itu tak pernah arogan
Dan hatinya yang sebening cermin
Biarkan dia menepi…. Biarkan dia hening
Kasihnya tak mungkin tuntas….aku yakin itu
Sayangnya tak akan entas….aku rasakan itu
Karena antara aku dan dia sebegitu dekatnya
Karena wajah berhijab hitam itu pernah melindungi aku dirahimnya

…………………………………………………………………………..170104…………


AKU DAN AYAHKU

sudah semestinyalah aku tetap disini….
Wajarlah bila tak kudengar suara-suara……tak ku nampak berbagai rupa
Beri izin air mataku membasuh tangannya….
Tangannya yang selalu berkeringat
Tangannya yang selalu siap
Sudah semestinyalah aku dan dia disini….
Dia yang pasung kemaren… bagiku
Dia yang memburu esok… untukku
Dia yang pertama kali melantunkan adzan di telingaku
Sudah semestinyalah aku bersamanya…… disini

…………………………………………………………………………….170104………




SISA DUKA DARI KARBALABila yang haus itu tenggorokanku....sabar mungkin aku bisaBila darah yang mengalir itu dari leherku......tersenyum mungkin aku mampu
Tapi....yang kehausan itu tenggorokanmu...wahai Imam
Tapi....darah yang mengalir itu dari lehermu....ya Imam
Tak terbayangkah wajah sejuk sang Rasul dimata mereka....
Ataukah hidung mereka telah tertutup duniawi..
Sehingga aroma jasad sucimu tak mereka hirup
Sehingga nafas surgamu tak mereka rasakan
Aku tak berani mengatakan mereka kafir
Aku tak mampu mencap mereka.....
Yang aku tahu Rasul begitu mencintaimu...begitu menyayangimu..
Yang aku tahu hari ini mereka memotong lehermu...wahai Imam
Dan mereka mengaku mencintai Rasul....... kakekmu ya Imam
Entah.........

by : aroelzein@yahoo.com

....................................................................


MALAM

Senja yang tak kunjung tibaSungguh.. lelah aku.. letih aku
Kenapa hari tak merambat...??
Kenapa....??
Apakah malam sudah terlalu sombong
Dan punggungku harus terkelupas
Hey, senja cepatlah datang..!!
Aku ingin mimpi
Aku ingin...
Jangan tunggu kaki dan tanganku berontak
Kalau tidak… akan kuruntuh semua kasta
Akan ku bakar seluruh istana… karena…
Tanpa malam terang justeru kelam
Tanpa malam terang justeru seramKarenanya… aku butuh malam untuk tenang

………………………………………………………………………………………………


GN-RHL

Rehabilitasi…..???
Rehabilitasi apa…
Rehabilitasi isi kantong bapak-bapak parlente itu
Rehabilitasi tembakau anak muda sok aktivis itu
Boro-boro mikirin hutan dan lahan di gedung
Wong dia bikin gedung hasil babat hutan kok

Dana rehabilitasi…??
Dana dari mana…
Dana dari rekening om-om bersedan itu
Dana dari tante-tante berkebaya itu
Jangan-jangan dana dari duit nenek gue
Yang tercecer sewaktu beli vetsin

………………………………………………………………………………………………





SUKMA

Dia bertanya pada pahatan takdir
Menggali jawaban bersama lentera musim
Apakah ada yang berjubah
Apakah yang ada hanya compang dan camping
Sepertinya dia berusaha melukis
Sayang…… dia tak punya kanvas

Kucoba mengajaknya tengadah
Sebentar…. Menunduk… sebentar
Ada langit dan gumpalan awan
Ada bumi berlapis rumput-rumput

Dia tertawa… dia teriak
Dia terisak… dia membisu
Jangan salahkan dia
Dan jangan salahkan aku
Kami hanya berusaha membuat garis vertikal
Dan horisontal….

……………………………………………………………………akhir january2004


KEMAREN, BESOK, DAN HARI INI

Ada binar-binar harapan
Sesaat sebelum aku menepis nuraniku
Bersama secuil ego
Hati yang rapuh
Jiwa yang kekanak-kanakan

Kenapa harus ada sesal..??
Kenapa…..

Ada sedikit keteguhan
Sedetik prakuasa nafsu
Bergandeng sisi kemanusiaanku
Manja
Merasa berkuasa

Tak mungkin kita kembali…!!
Tak mungkin

Ada baiknya kita merenung
Ada benarnya kita melihat
Dan tentang esok….. kita belum dapat kepastian

……………………………………………………………………martapura senin020204


SULUK

Ada yang berkata…. KAU ada
Kucari-cari ENGKAU
Di lembah… di gurun
Di padang… di kota dan dusun
Mencari……. Terus mencari-cari

Ada yang berbisik… KAU tidak bertempat
Aku mulai kebingungan
Tapi aku harus kuat
Aku mesti teruskan
Pencarian tak mungkin usai
Pencarian tak akan selesai

KAU dan misteriMU
…… entah menyelubungiMU
…… entah menutup mataku
KAU dan rahasiaMU
…… entah kesengajaanMU
…… entah kejahilanku

Ada yang ku dengar
" AKU takkan pernah bisa kau temukan
dan kau tak pernah mencari aku
kau justeru mencari dirimu sendiri "
Aku merasa dihempaskan

Aku berlari…. Aku berjalan
Aku terjatuh…. Aku bangkit

Aku merasa ada yang hilang
Hilang arah…… hilang tujuan
Semuanya semakin senyap
Semuanya semakin lenyap
Perlahan….. ragaku menyusut
Sukmaku menghanyut

" Teruskan dan jangan hentikan "
Seperti meniupkan semangatku
Padahal….. aku semakin kehilangan
Hilang asa…… hilang rasa
Tangis…. Tawa
Susah…. Senang
Seolah sengaja dilenyapkan
Apakah aku semakin terisolasi
Atau justru semakin bebas

Dititik akhir….. Ada yang kurasakan
Membujur jasad dan jiwaku
Berbisik ringan
Tanpa bahasa….. tanpa suara
" bukankah AKU begitu dekat……. Bahkan dari urat lehermu "
……………????

…………………………………………………………………………………..senin020204


WAJAH-WAJAH

Wajah-wajah kalah
Di pasar-pasar…. di sudut plasa
Di kampus-kampus….. di ruang perpustakaan

Wajah-wajah buas
Di kantor-kantor… di ruang ber ac
Di sampul majalah… di rubrik figur

Wajah-wajah lugu
Di sawah-sawah…. Di tengah rimba

Wajah-wajah lembut
Di heningnya malam
Di sejuknya air wudhu

………………………………………………………………………………………..020204

Read more...

About This Blog

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP