By Abu Zein. Powered by Blogger.

20111116

Keajaiban Sekumpul (Part. I)

Belasan tahun silam, saya masih menuntut ilmu di Pondok Pesantren Hidayaturrahman dibawah asuhan KH. Muhammad Bakhit (saat ini sudah dilebur dengan Pesantren Rahmatul Ummah menjadi pesantren Nurul Muhibbin), seorang teman mondok mengajak untuk melanjutkan menuntut ilmu ke Pondok Pesantren Darussalam Martapura, pesantren tertua di Kalimantan. Setelah mengajukan “proposal” ke orang tua, hasilnya permohonan ditolak, dengan alasan di Hidayaturrahman saja masih belum tamat.

Suatu hari, beberapa teman mengajak untuk rihlah ke Martapura, ziarah dan ikut ngaji tabarrukan, oleh orang tua saya diizinkan. Saat itulah pertama kalinya kenal lebih dekat dengan majelis ar-Raudhah Sekumpul.

Read more...

20111029

Bibi Jamu Tidak Punya Pusar..!!!

Mengambil sebuah kesimpulan memerlukan metode ilmu logika. Kesalahan dalam membuat premis ataupun penyusunannya akan berakibat pada salahnya kesimpulan. Argumentasi (proses berpikir) dalam alam pikiran manusia bagaikan sebuah bangunan. Suatu bangunan akan terbentuk sempurna jika tersusun dari bahan-bahan dan konstruksi bangunan yang sesuai dengan teori-teori yang benar. Apabila salah satu dari dua unsur itu tidak terpenuhi, maka bangunan tersebut tidak akan terbentuk dengan baik dan sempurna. 
Suatu malam, Zein (4 tahun) seperti biasa minta bacakan cerita kepada bundanya. Kali ini cerita yang dimintabacakan oleh Zein bukan cerita dongeng, fabel atau sejenisnya, tapi dia minta bacakan buku “Pengenalan Sains Untuk Anak”. Maklum, akhir-akhir ini dia begitu menggandrungi buku tersebut. Ada beberapa seri koleksi “Pengenalan Sains Untuk Anak” dan yang diminta Zein kali ini adalah kehidupan dunia binatang. Oleh bundanya diterangkan untuk mengetahui binatang itu melahirkan ataukah menyusui bisa dengan memperhatikan apakah dia punya pusar atau tidak. Zein memperhatikan dengan seksama dan tampaknya dia mulai faham. Tiba-tiba Zein nyeletuk, “Bunda, Bibi Jamu itu ga punya pusar ya..??”. Bundanya kaget,
“Kok bisa begitu...?? “.
“Bibi Jamu kan punya telur..?”.

Read more...

20110321

Berani Mengambil Keputusan

Puluhan tahun silam, ketika itu intan masih menjadi komoditi andalan kota kita, Martapura. Tak sedikit manusia yang menjadi kaya berkat batu ”keramat” tersebut. Mulai dari mendulang, menggosok hingga berbisnis, semuanya menjajikan hasil yang memuaskan.
Saat itu, di Martapura hiduplah satu keluarga miskin, jangankan memiliki fasilitas hidup, untuk makan saja susah. Sebuah keluarga yang dikepalai seorang ayah, beranggotakan seorang ibu, dua orang anak; laki-laki dan perempuan.
Anak laki-laki yang merupakan anak sulung keluarga tersebut bersekolah di Pondok Pesantren Darussalam, pesantren tertua di Kalimantan.

Read more...

About This Blog

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP