Keajaiban Sekumpul (Part. I)
Belasan tahun silam, saya masih menuntut ilmu di Pondok Pesantren Hidayaturrahman dibawah asuhan KH. Muhammad Bakhit (saat ini sudah dilebur dengan Pesantren Rahmatul Ummah menjadi pesantren Nurul Muhibbin), seorang teman mondok mengajak untuk melanjutkan menuntut ilmu ke Pondok Pesantren Darussalam Martapura, pesantren tertua di Kalimantan. Setelah mengajukan “proposal” ke orang tua, hasilnya permohonan ditolak, dengan alasan di Hidayaturrahman saja masih belum tamat.
Suatu hari, beberapa teman mengajak untuk rihlah ke Martapura, ziarah dan ikut ngaji tabarrukan, oleh orang tua saya diizinkan. Saat itulah pertama kalinya kenal lebih dekat dengan majelis ar-Raudhah Sekumpul.
Read more...
